Monday, November 21, 2011

Earth And Sky Part 4



“Lee Hyeon Hee…” terdengar suara wanita tua dari kejauhan.
“Nuguseyo?” ucap Hyeon Hee celingak-celinguk mencari sumber suara.
“Tampaknya kau sangat menikmati hidup di bumi.” Seru suara itu.
“Kepala peri?”
“Lancangnya kau, Lee Hyeon Hee!” tiba-tiba terdengar suara petir menggelegar, Hyeon Hee menutup kedua telinganya.

“Hentikan! Apa yang sedang Anda lakukan?” Donghae, lelaki itu mendekati Hyeon Hee.

“Ah, pahlawan kita sudah datang rupanya. Jangan salahkan aku jika kau juga akan
kumusnahkan.”

“Apa yang kau inginkan? Bukankah Hyeon Hee sudah meninggalkan langit? Bukankah dia akan menerima konsekuensi nantinya?”

“Tidak semudah itu, makhluk bumi bodoh! Apa kau pikir aku tidak tahu bahwa dia begitu senang dengan kehidupan buminya. Apa itu bisa dinamakan konsekuensi? Dia bahkan sudah jatuh cinta padamu! Sesuai dengan peraturan, dia patut dimusnahkan secepat mungkin” Kepala peri mengarahkan tongkatnya pada Hyeon Hee.

“Mianhae…” sebuah sinar menuju ke arah Hyeon Hee. Donghae berlari dan menghalangi sinar itu.

“ANDWAE!!!” teriak Hyeon Hee sambil terisak. Terlambat, sinar itu telah merubah Donghae
menjadi permata kecil berwarna biru.

“Hey! Ada apa denganmu? Hey!” Hyeon Hee merasa ada yang menggoyangkan badannya.

“Eh?” Hyeon Hee mengerjap-ngerjapkan matanya.
“Tidur saja begitu menyusahkan, apa semua peri berkelakuan sepertimu?” Tanya Donghae lalu menempeleng Hyeon Hee.
“Jadi, hanya mimpi?” batin Hyeon Hee lalu tersenyum. Ya, ia memang sudah jatuh cinta pada Donghae.
“Makanlah yang banyak. Lihat badanmu yang kurus kerempeng itu. Aku merasa seperti memeluk kertas kemarin malam.” Ucap Donghae sambil menahan tawa.
“YA! Kau kira badanmu begitu bagus? Ototmu itu seperti batu! Sama sekali tak empuk!” balas Hyeon Hee sambil mengambil sumpit
“Ah sudahlah, berdebat denganmu benar-benar ide yang buruk. Ini, makanlah yang banyak.” Donghae mengambilkan beberapa sayuran dan daging untuk Hyeon Hee.
“Hm, hari ini aku punya beberapa pekerjaan di kantor, jadi mungkin kau akan berada dirumah seharian. Ini ada beberapa nomor telepon makanan pesan antar dan uangnya ada di bawah tempat tidurku. Teleponlah jika kau lapar, mungkin aku akan pulang larut.” Lanjut Donghae sambil mengunyah roti di mulutnya.
“Baiklah.” Muka Hyeon Hee berubah cemberut.
“Hanya hari ini, bersabarlah hari ini. Lagipula rumahku tidak terlalu membosankan, kau bisa bermain game di kamarku, kan? Atau perlukah aku memanggil ibuku untuk menemanimu?”
“Tidak perlu, aku bisa jaga diri kok. Sudah sana bekerja! Nanti kau tidak bisa membelikan aku barang-barang mahal lagi.” Hyeon Hee segera mendorong Donghae ke pintu.
“Hey! Aku belum siap sarapan!” dengan cepat Donghae mengambil gelas susu dan meneguknya.
“Pergilah. Daag!” BLAM! Pintu ditutup, Hyeon Hee kembali ke meja makan. Ia tersenyum kecil. Ada sedikit rasa menyesal mengapa dulu ia memilih menjadi peri jika ia tahu bahwa kehidupan bumi begitu menyenangkan. Bisa bertemu dengan lelaki baik seperti Donghae, mempunyai tempat tinggal yang nyaman, dan bisa mengganti baju yang bagus setiap saat. Ia juga tidak perlu menaati peraturan-peraturan bodoh itu.
“Hyeon Hee!” tiba-tiba terdengar bisikan kecil dari atap. Hyeon Hee panik, takut kalau-kalau itu adalah kepala peri seperti dalam mimpinya. Ia melihat ke atas.
“RISEUL!” ia kaget, lalu membantu sahabatnya itu mendarat dari atap.
“Bagaimana bisa kau keluar?” Tanya Hyeon Hee masih bingung dan kaget.
“Aku menggunakan caramu dulu, hihihi.” Kikik Riseul kecil.
“Ada apa? Sesuatu terjadi di sana?”
“Mereka semua iri padamu, bahkan mereka sempat berniat untuk meninggalkan khayangan bersama-sama!”
“HA? Yang benar saja?!”
“Untungnya kepala peri memergoki mereka dan menghukum mereka di penjara selama beberapa hari. Kau menjadi terkenal belakangan ini. Kepala peri benar-benar murka, dia juga mendengar berita kau sudah menjalin hubungan dengan makhluk bumi.” Lanjut Riseul lagi
“Semalam aku bermimpi ia berniat memusnahkanku, aku takut.” Hyeon Hee mulai menitikkan air matanya.
“Kepala peri sempat berpikiran untuk membawamu kembali ke khayangan, membiarkanmu di bumi justru malah membuatmu bahagia dengan lelaki bumi itu.”
“Jika memang itu keputusannya, aku akan menurutinya.” Tunduk Hyeon Hee.
“Kau yakin? Bagaimana dengan lelaki itu?”
“Mau bagaimana lagi? Lagipula kalaupun aku tetap di bumi, cepat atau lambat aku juga akan musnah. Dia juga akan kehilangan aku kan?”
“Uljima…” Riseul memeluk Hyeon Hee.
“Oh ya, aku tidak bisa lama-lama. Aku takut mereka menyadari aku tidak ada di barisan. Aku pergi dulu ya. Jaga dirimu” Riseul memeluk Hyeon Hee sekali lagi lalu terbang, kali ini ia melewati jendela.
Hyeon Hee terdiam sejenak, kini ia sangat bingung. Ia tidak mau meninggalkan Donghae, disisi lain dia juga ingin kembali menjadi peri agar tidak dimusnahkan.
Ding dong…
Hyeon Hee berlari menuju ke alat deteksi di samping pintu, tampak bingung dengan seorang wanita muda menunggu dengan senyum merekah.
“Nuguseyo?” Tanya Hyeon Hee mendekatkan bibir ke alat tadi.
“Aku Kim Yejin, aku kesini mencari Lee Donghae.”
“Oh, dia baru saja pergi bekerja.”
“Bisakah kau bukakan terlebih dahulu pintunya?” wanita itu mulai meninggikan suaranya.
“Ah, maaf” Hyeon Hee membuka pintu.
“Apa kau pembantu baru disini? Bawakan ini ke dapur. Kau bahkan tidak memanggil majikanmu dengan ucapan yang sopan.” Yejin memberikan barang belanjaannya kepada Hyeon Hee. Dengan muka ketus, Hyeon Hee mengikuti perintah Yejin.
“Hmm, tidak banyak berubah. Kapan tuanmu akan pulang?”
“Maaf, pertama aku bukanlah pembantu Lee Donghae. Kedua, siapa kau? Untuk apa datang kemari, Donghae tidak bilang akan ada orang kemari.”
“Sebelum kau bertanya siapa aku, aku akan terlebih dahulu bertanya padamu?”
“Hyeon Hee”
“Ya, Hyeon Hee-ssi. Aku adalah hmm mungkin calon kekasih Lee Donghae. Kami berteman cukup lama, walaupun sudah lama tinggal di Jepang, aku merasa Donghae tetap yang terbaik. Jadi, yah aku kembali untuknya. Dan, kau?”
“Aku? Semalam adalah hari jadiku dengan calon kekasihmu” dapat dilihat tatapan matanya yang tajam kearah Yejin.
“Mwo? Kau terlalu lucu gadis kecil. Aku tak semudah itu kau tipu.” Yejin tertawa kecil sambil melirik Hyeon Hee.
“Bukankah aku yang seharusnya mengatakan itu padamu. Jika kau tidak percaya, kau bisa tanyakan langsung padanya.”
“Baik.” Yejin mengambil ponselnya, menekan dengan cepat dan mengaktifkan loudspeaker. Terdengar nada dering ponsel.
“Yobuseo” terdengar suara wanita. Ini membuat keduanya terkejut.
“Ah! Omoni, anyeonghaseyo” Yejin menyadari itu adalah suara ibu Donghae.
“Maaf, siapa ini?” suara serak terdengar tidak menerima keceriaan sapaan Yejin.
“Aku Yejin. Apa Donghae disana?”
“Yejin ah………” suara wanita separuh baya itu berubah semakin lirih. Tampaknya Yejin tidak berbohong bahwa ia mengenal Donghae.
“Ye, omoni? Waeguraeyo? Sesuatu yang buruk terjadi?”
“Aku sedang di rumah sakit sekarang…….”
To Be Continued
Thx for reading
고마워!

Monday, September 26, 2011

Hangeng.......




Hello everyone! I want to share my feeling to all of you, can I?
Hangeng... honestly, I don't want to call him Hangeng. I love Hankyung more but the situation forced me to call him Hangeng...

For your information, this is just my feeling. I am not going to judged anyone. I just want to share with y'all.

Hangeng, everyone know him rite? Today, I've read about his news on twitter. Allkpop said that he will comeback to SM Entertainment again. I felt very happy to heard about it in the first, but when I thinking about it again it feels like that news is totally impossible. Why? I'll tell you some reasons:

1. Hangeng said "Super Junior just my past. Now, I am Hangeng" at conference pers while he visited Indonesia about three days ago. He also said "I am not Beijing Fried Rice anymore." and at the same time at Beijing, Kyuhyun answered MC that he like Beijing Fried Rice because it's simple. :(

2. The second reason is still from Indonesia. When he scheduled to be a guest on music show, the MC accidentally said "Anyeonghasseyo" to Hangeng. After heard that, his face changed 180 degrees. I can see that he didn't like it, so he ask the translator that he is just want to say it in Mandarin, so he answered "Ni hao" to that MC. In segment 2 (if I am not wrong) the other MC said "Suju" and it made Hangeng mad. He told the manager to ended that show although it means that he is not professional.

3. It's hard for Hangeng back to Korea, he will got some antifans and if he do solo (because SM still don't know if Hangeng will be "Hankyung" again or not) it can cause maybe some problems like internal conflict.

4. Will Super Junior members be same like the first time they met as Super Junior05? I know, it kind of hard things to do. Hangeng leaved them without told them suddenly. Could they hide their real feeling forever? I am not sure about that.

5. Did y'all remember when Hangeng went to Korea for a while for shoot his MV? Heechul asked him to meet, but Hangeng said that he was busy. I think, it just because he don't wanna meet them. But I am happy to heard that Heechul came there to see his bestfriend :')

I am ELF, I also want to see them like in the past but if they are showed us their fake feeling while perform as 13 members should I be happy? I know y'all want to see HanChul moment again. But, if Hangeng forced to do it will Heenim feel better?
When Heechul crying, that's really hurt me. I know that he is really depressed about Hangeng. One of your bestfriend gone, how does it feel? Ah, i am really mad but i don't know who is the victim and criminal in this problem. Totally complicated.

Everyone thought that it just Heechul who felt sad when Hangeng gone. But no one knows that Leeteuk, Kyuhyun, Donghae, Siwon even all of them are missing Hangeng damn much. They always try to called him. I know that they all feel upset because of this sudden happen...


For me, it just feel like parent's feeling when their daughter want to get married. They are felt happy because they are succeed to growed her but on the other side, they are felt sad because she will leaved them. That's same as ELF's feeling...

That's all my feeling, i repeat this again, i am not going to judge anyone. This is just my opinion.

Thx for reading
고마워!

Saturday, September 24, 2011

Earth and Sky Part 3




Mata mereka bertemu cukup lama. Baru kali ini Hyeon Hee merasakan kehangatan mata seseorang.

“Ah, maaf..” kata Donghae seakan sadar dengan keanehan yang baru saja ia lakukan. Bagaimana tidak, ia baru bertemu peri cantik ini beberapa jam yang lalu. Secepat itukah dia jatuh cinta?

“Hmm” Hyeon Hee kembali ke posisi awalnya tadi, kali ini ia duduk. Mukanya masih terlihat merah. Jantungnya berdegup cukup kencang, bayangan mata yang menatapnya tiga menit yang lalu terus menghantuinya.

“Masih banyak tempat yang ingin aku perlihatkan lagi padamu!” ucap Donghae tiba-tiba sambil menarik tangan Hyeon Hee lalu membukakan pintu mobil untuknya.

“Kau ini aneh” Hyeon Hee memecah keheningan.

“Eh?” Donghae masih serius dibelakang stirnya.

“Iya, aneh. Seperti memiliki kepribadian ganda.” Lanjutnya lagi.

“Ah, masalah tadi? Dasar ge-er, aku sengaja melakukannya. Sepertinya kau mempunyai rasa ketertarikan padaku ya? Mukamu memerah cukup lama. Di kerajaanmu tidak ada lelaki tampan seperti aku?” goda Donghae sambil tertawa mengejek.

“YA!” Hyeon Hee memonyongkan bibirnya.

“Lihatlah, kau bahkan melakukan aegyo di depanku.” Ejek Donghae lagi.

“Grrrr!!” Hyeon Hee menatap Donghae penuh kebencian

“Turunkan aku!” ucapnya tiba-tiba.

“Baik. Yakin?” jawaban Donghae yang tak terduga itu mengagetkan Hyeon Hee.

“Yakin! Aku yakin masih ada manusia yang lebih baik darimu!!” karena gengsi, Hyeon Hee memberanikan dirinya.

“Turunlah..” mobil itu benar-benar berhenti. Hyeon Hee semakin panik, tapi secermat mungkin ia menyembunyikan kepanikannya. Dengan lemas, ia membuka pintu dan turun. Tanpa disangka, mobil Donghae benar-benar melaju ke depan!! Ia bahkan tidak mengucapkan apa-apa pada Hyeon Hee. Hyeon Hee semakin panik, dilihatnya sekeliling, ini bukanlah jalan yang ramai, kiri kanannya hanyalah pohon. Mobilpun jarang terlihat melewati jalan ini, Hyeon Hee memberanikan diri berjalan lurus ke depan. Dia sangat heran melihat Donghae, Hyeon Hee tidak menyangka lelaki itu akan melangkah sejauh ini. Apa dia marah? Tapi tadi ia masih bisa melihat senyum iseng Donghae sebelum turun dari mobil tadi. Lelaki aneh, pikir Hyeon Hee sambil mendengus kesal.

“Hei yang disana. Butuh tumpangan?” sebuah mobil berhenti di sebelahnya.

“Eh?” Hyeon Hee memperhatikan lelaki itu.

“Tidak, terima kasih.” Senyumnya

“Yakin? Ayolah… aku akan mengantarmu sampai tujuan, apa penampilanku kurang meyakinkanmu? Aku takkan melakukan hal yang ada dalam pikiranmu.” Lelaki itu memang mengenakan jas lengkap dan mobilnya juga terlihat sangat mahal. Tapi, yang menjadi masalah adalah, Hyeon Hee tidak tahu dia akan menumpang kemana?! Ia tidak ingat dimana butik ibu Donghae, bahkan namanya pun tidak ia ingat.

“Akan ada yang menjemputku nanti” tolaknya lagi.

“Jemput? Di tempat seperti ini? Jangan membohongiku, masuklah.” Hyeon Hee berlari sekuat tenanganya, lelaki itu mulai terlihat aneh. Hyeon Hee berlari sambil terisak, lelaki itu terus menggas mobilnya mengejar Hyeon Hee. Dari arah depan, muncul mobil Donghae dengan laju yang cukup cepat.

“Cepat naik!” seru Donghae cepat memberhentikan mobilnya di sebelah Hyeon Hee. Dengan cepat, Hyeon Hee membuka pintu dan masuk.Seketika itu Donghae menunjukkan kemampuan ngebutnya yang luar biasa. Hyeon Hee masih terisak, ia tidak lagi memikirkan seberapa bahayanya berada di mobil itu, tak berapa lama mobil Donghae berhenti. Tampaknya lelaki kriminil tadi juga sudah pergi.

“Kau tidak apa-apa?” ucap Donghae khawatir, ia merasa amat bersalah akan keisengannya.

“Jahat….” Katanya lirih sambil melirik Donghae, tiba-tiba saja sesuatu mendorong Hyeon Hee lalu memeluk lelaki itu. Donghae melotot kaget. Tangisan Hyeon Hee pecah, ia memeluk Donghae erat kehangatan badan Donghae membuatnya sedikit tenang. Donghae melepaskan pelukannya, menatap tajam ke arah Hyeon Hee lalu tak selang berapa lama, bibir mereka sudah saling bersentuhan lembut.



To Be Continued

Thx for reading
고마워!